17 Nov 2010

Kandungan dalam rokok


Data akibat merokok sigaret sangat menakutkan, dan suram. Diperkirakan bahwa angka kematian berlebihan tahunan di Amerika Serikat yang disebabkan oleh merokok sigaret adalah 350.000, lebih daripada kehilangan total jiwa orang Amerika dalam, perang dunia I, Korea dan Vietnam. Dalam tahun 1979, laporan US Surgeon General menyatakan : “merokok sigaret merupakan faktor lingkungan tunggal yang paling penting dalam meningkatkan kematian dini di Amerika Serikat”. Royal College of Physician, dan banyak penelitian telah mendukung kesimpulan itu. Angka kesakitan, dan kematian yang berhubungan dengan merokok sigaret hampir berkorelasi linier dengan jumlah batang rokok yang diisap setiap hari dan tahun pemakaian. Tahun pemakaian biasanya dinyatakan dengan istilah “tahun-bungkusan” (yaitu satu bungkus sehari selama 20 tahun sesuai dengan 20 tahun bungkusan). Seorang ahli statistik mengukur bahwa pada perokok selama 5 – 8 tahun, setiap batang sigaret mengurangi harapan hidup 5,5 menit. Terdapat beberapa bukti bahwa mode mutakhir pemakaian filter, dan sigaret “rendah nikotin” telah mengurangi risiko itu secara nyata, tetapi masih membutuhkan waktu lebih lama untuk menilai kegunaan cara tersebut. Cerutu dan merokok dengan pipa juga menghadapi risiko, tetapi jauh lebih rendah daripada merokok sigaret. Baru-baru ini sejumlah besar keprihatinan tentang efek samping pada ‘perokok pasif’ Kelainan ringan fungsi ventilasi telah ditemukan, dan yang lebih buruk lagi, sudah dibuat pernyataan tentang peningkatan risiko terkena kanker, walaupun penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Penyakit spesifik yang berkaitan dengan merokok tidak akan dibicarakan. Beberapa konsep tentang prekuensi kelainan ini dihasilkan dari data berikut. Bukti yang mengaitkan merokok sigaret dengan kanker paru hampir dapat dipastikan, dan kanker paru merupakan penyebab nomor satu kematian karena kanker baik pada pria, maupun wanita di AS dalam tahun 1985. Perokok pria kira-kira 10 kali lebih mudah mati karena karsinoma bronkogenik daripada bukan perokok. Perokok wanita pada masa lalu juga telah mengalami risiko separuh dari perokok pria, tetapi perubahan perilaku telah mengurangi perbedaan ini. Risiko akibat merokok 2 bungkus sigaret sehari dalam 3 kali lebih tinggi daripada mereka yang merokok setengah bungkus sehari. Data yang berkaitan dengan kematian karena kardiovaskular sama menyedihkan. Merokok sigaret merupakan faktor risiko utama pada perkembangan penyakit aterosklerosis, dan penyebab penyakit jantung koroner, terutama infark jantung, yang merupakan penyebab nomor satu kematian disebagian besar negara industri. Sebagai tambahan, anak yang belum dilahirkan juga tidak terbebas dari bahaya merokok pada kehamilan, telah juga mengalami penurunan berat badan, dan peningkatan angka kematian prenatal. Pada tahun-tahun terakhir ini, usaha untuk menghindari bencana ini telah menyebabkan penggunaan rokok tak berasap seperti penghirupan rokok lewat hidung, mengunyah tembakau, atau segumpal tembakau disusupkan kedalam lipat pipi bagian dalam. Dengan menyesal dinyatakan bahwa praktek seperti ini telah meningkatkan insidensi karsinoma sel skuamosa pada gusi dan mukosa. Perokok dapat ”memperoleh semangat” karena dalam waktu setahun berhenti merokok angka insidensi serangan jantung yang meningkat pada pria dibawah 55 tahun mulai merosot, dan dalam dua tahun dapat mencapai batas dasar risiko bukan perokok. Sebagai tambahan, penurunan kecil jumlah kematian akibat karsinoma bronkogenik telah dicatat pada pria, tetapi tidak pada wanita. Apakah cukup bisa dipercaya bahwa usaha untuk mengurai penggunaan rokok telah berhasil mengurangi kematian pria akibat kanker paru, yang merupakan awal dari kecenderungan yang akan terjadi pada wanita juga? kesimpulannya jelas, bahwa sigaret merupakan penyebab kematian sejati. Apabila seorang menghisap asap rokok, maka bermacam-macam senyawa tertimbun di dalam paru-paru. Sebagian dari senyawa-senyawa tidak berbahaya, dapat terlarut dalam aliran darah dan dibawa keginjal untuk dikeluarkan dari tubuh. Tetapi ada senyawa yang tidak dapat larut dalam darah , sehingga tertimbun di dalam paru-paru, yang bila dibiarkan saja akan timbul keracunan. Untuk menjaga diri, badan membuat enzim yang mengubah senyawa itu menjadi senyawa yang dapat dikeluarkan dari tubuh. Salah satu senyawa berbahaya ialah hidrokarbon polisiklik. Salah satu enzim yang dimaksud diatas adalah AHH (aril hidrokarbon hidroksilase). Hidrokarbon polisiklik merupakan zar prokarsinogen, yaitu suatu zat yang tidak dapat menimbulkan kanker, tetapi bila bertemu dengan agen lain dapat bersifat karsinogen. Seorang ahli paru-paru mengemukakan bahwa asap rokok akan merusak epitel saluran nafas, menyebabkan rusaknya bulu getar epitel. Sekresi yang berlebihan akan terjadi, sehingga jalan nafas akan tersumbat oleh secret. Setelah diketahui bahayanya merokok bagi kesehatan, maka para pemilik industri rokok berusaha mengurangi banyaknya nikotin dan tar yang dikandung oleh asap rokok, yaitu dengan memasang sebuah filter pada pangkal batang rokok. Hasil penelitian tentang kandungan nikotin dan tar dalam asap rokok di beberapa Negara serta dosis rokok tiap hari dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 1. Dosis rokok, klasifikasi dan angka kematiannya 0 1-10 11-22 23 + – ringan sedang berat 18 87 168 383 Sumber : Cuyler, 2000. Table 2 dapat dilihat bahwa rokok di Australia mengandung lebih sedikit nikotin dan tir dibandingkan dengan rokok dinegara lainnya. Juga merk rokok yang tergolong “berat” (artinya pengandungan nikotin dan tar tinggi) tidak dijual lagi di pasaran. Di Indonesia sampai sekarang belum dilakukan penelitian sejauh itu, semoga segera dapat dilaksanakan. Tabel 2. Kandungan tar dan nikotin rokok dari berbagai Negara. Negara Sampai 12 mgm 13 – 18 mgm 19 – 24 Mgm Di atas 24 Jumlah Merk yang dites _Amerika Serikat Inggris Kanada Australia Indonesia 21 (14,8) 12 (11,9) 5 (5,4) 19 (18,8) ? 47 (33,1) 22 (21,8) 29 (31,6) 41 (77,4) ?_ 56 (39,4) 46 (45,5) 53 (57,6) 2 (3,8) ?_ 18 (12,7) 21 (20,8) 5 (5,4) 0 ?_142 101 92 5 Sumber : Cuyler, 2000. Angka di dalam tanda kurung adalah persentase F. Asap Rokok dan Efek Nikotin Terhadap BBLR 1. Bahan kimia Kalau kita sadar, satu batang rokok yang hanya seukuran pensil sepuluh sentimeter itu, ternyata ibarat sebuah pabrik berjalan yang menghasilkan bahan kimia berbahaya. Satu batang rokok yang dibakar Nikotin ini menghalangi kontraksi rasa lapar. Itu sebabnya seseorang bisa merasakan tidak lapar karena merokok. Ammonia, merupakan gas yang tidak berwarna yang terdiri dari nitrogen dan hidrogen. Zat ini sangat tajam baunya dan sangat merangsang. Begitu kerasnya racun yang ada pada ammonia sehingga kalau disuntikkan (baca: masuk) sedikit pun kepada peredaraan darah akan mengakibatkan seseorang pingsan atau koma. Formic acid, sejenis cairan tidak berwarna yang bergerak bebas dan dapat membuat lepuh. Cairan ini sangat tajam dan menusuk baunya. Zat ini dapat menyebabkan seseorang seperti merasa digigit semut. Hydrogen cyanide, sejenis gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak memiliki rasa. Zat ini merupakan zat yang paling ringan, mudah terbakar dan sangat efisien untuk menghalangi pernapasan. Cyanide adalah salah satu zat yang mengandung racun yang sangat berbahaya. Sedikit saja cyanide dimasukkan langsung ke dalam tubuh dapat mengakibatkan kematian. Nitrous oxide, sejenis gas yang tidak berwarna, dan bila terisap dapat menyebabkan hilangnya pertimbangan dan mengakibatkan rasa sakit. Nitrous oxide ini adalah jenis zat yang pada mulanya dapat digunakan sebagai pembius waktu melakukan operasi oleh para dokter. Formaldehyde, sejenis gas tidak berwarna dengan bau yang tajam. Gas ini tergolong sebagai pengawet dan pembasmi hama. Gas ini juga sangat beracun keras terhadap semua organisme-organisme hidup. Phenol, merupakan campuran dari kristal yang dihasilkan dari distilasi beberapa zat organik seperti kayu dan arang, serta diperoleh dari tar arang. Zat ini beracun dan membahayakan, karena phenol ini terikat ke protein dan menghalangi aktivitas enzim. Acetol, adalah hasil pemanasan aldehyde (sejenis zat yang tidak berwarna yang bebas bergerak) dan mudah menguap dengan alkohol. Hydrogen sulfide, sejenis gas yang beracun yang gampang terbakar dengan bau yang keras. Zat ini menghalangi oxidasi enxym (zat besi yang berisi pigmen). Pyridine, sejenis cairan tidak berwarna dengan bau yang tajam. Zat ini dapat digunakan mengubah sifat alkohol sebagai pelarut dan pembunuh hama. Methyl chloride, adalah campuran dari zat-zat bervalensi satu antara hidrogen dan karbon merupakan unsurnya yang terutama. Zat ini adalah merupakan compound organis yang dapat beracun. Methanol, sejenis cairan ringan yang gampang menguap dan mudah terbakar. Meminum atau mengisap methanol dapat mengakibatkan kebutaan dan bahkan kematian. Dan tar, sejenis cairan kental berwarna cokelat tua atau hitam. Tar terdapat dalam rokok yang terdiri dari ratusan bahan kimia yang menyebabkan kanker pada hewan. Bilamana zat tersebut diisap waktu merokok akan mengakibatkan kanker paru-paru. 2. Bahayakan tubuh Melihat dari kandungan bahan-bahan kimia yang terdapat dalam rokok tersebut, kita tidak akan menyangsikan lagi kalau rokok itu merupakan sumber bencana dan perusak tubuh bagi yang mengisapnya. Salah satu proses yang memang belum berdampak pada penampilan fisik perokok adalah gangguan pada sistem sirkulasi darah, yang akhirnya memicu penyakit jantung. Kami menggolongkan mereka sebagai ‘perokok sehat,’ kata Johannes Czenin (baca: SHAR’niin), Rektor kepala pada Departemen Molekular dan Farmakologi UCLA.(Arda Dinata, 2003) Lebih lanjut dikemukakan, walau belum ada indikasi jantung koroner, toh ada abnormalitas yang kami sebut vosomotion, atau perubahan pada aliran darah. Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Lingkungan Hidup Amerika (EPA – Environmental Protection Agency) mencatat tidak kurang dari 300 ribu anak-anak berusia 1 hingga 1,5 tahun menderita bronchitis dan pneumonia, karena turut mengisap asap rokok yang diembuskan orang di sekitarnya terutama ayah-ibunya. Selain anak-anak, kecenderungan peningkatan jumlah korban asap rokok juga terlihat pada kaum wanita. Nasib kaum ibu bersuamikan perokok agaknya tak berbeda jauh dengan anak-anak yang memiliki keluarga perokok. Penelitian yang dilakukan EPA menghasilkan kesimpulan bahwa dari 30 wanita, 24 di antaranya berisiko tinggi terserang kanker paru-paru bila suaminya perokok. Menurut para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas New York, wanita yang merokok lebih dari 10 batang per hari memiliki peluang memasuki monopause dini 40 persen lebih besar ketimbang para wanita yang tidak merokok. Dalam studi itu, para peneliti mengamati 4.694 wanita selama lebih dari lima tahun. Ternyata, wanita perokok rata-rata memasuki masa monopause lebih cepat 9 bulan ketimbang wanita yang tidak merokok. Setelah kita mengetahui kandungan bahan-bahan kimia berbahaya dalam rokok dan akibatnya bagi kesehatan manusia, maka alangkah bodohnya manusia yang masih merokok dan tidak ada niatan untuk berhenti merokok. Buat apa kita dilengkapi akal dan pikiran kalau diri kita tidak dapat memilah-milah mana yang baik dan tidak baik dari sesuatu barang yang akan kita konsumsi? 3. Berhenti merokok Kurt Salzer (1950:59), dalam Thrirteen Ways to Break the Smoking Habit, mengemukakan, ada 13 metode berhenti merokok. (1) Menyadari apa sebabnya Anda merokok. (2) Langsung berhenti merokok. (3) Jangan merokok waktu melakukan sesuatu atau sewaktu mengemudikan kendaraan. (4) Katakan kepada diri, “Saya tidak akan merokok hari ini”. (5) Tentukan suatu hari untuk berhenti merokok. (6) Katakan, “ya” bagi kesehatan Anda, dan katakan “tidak” untuk penyakit. (7) Merokok mengurangi kecantikan Anda. Oleh karena itu, katakan “ya” untuk kecantikan muka Anda dan “tidak” atas kerusakan kecantikan karena rokok. (8) Adalah watak orang-orang muda, bahwa walaupun ada sifat menentang ibu-bapak atau guru, namun mencoba meniru mereka. Bapak atau guru yang melarang anak-anak merokok, tetapi mereka sendiri merokok, akan diikuti anak-anak jadi perokok. Oleh karena itu, Anda perlu menyadari pengaruh Anda sebagai orang tua atau guru, kalau Anda masih tetap merokok. (9) Pernahkah Anda membakar uang lembaran seribu rupiah? Anda, dengan merokok telah membuatnya. (10) Seseorang perokok telah terbiasa dengan bau rokok yang sangat tajam. Organismenya telah terbiasa dengan kadar nikotin tertentu. Gantinya memarahi seorang anak yang merokok, dipaksa merokok sampai dia merasa sakit. Akibatnya, kapan saja anak itu mencium bau rokok, dia merasa sakit. (11) Tersedak atau ketegukan akan berhenti dengan memperhatikan diafragma Anda, bagaimana diafragma itu mengembang dan mengempis. Amati diri Anda, kalau Anda sedang ingin merokok. Keinginan itu datang dari luar. Lalu tutup mata Anda dan pikirkan mengalahkan pengaruh luar tersebut. (12) Dalam pertentangan antara kuasa kemauan dan kuasa imajinasi, maka kuasa imajinasi itu akan menang. Bayangkanlah Anda tidak akan merokok lagi, maka Anda akan berhasil. (13) Agar metode imajinasi itu berhasil, jangan bimbang. Dengan santai katakanlah kepada diri, “Saya tahu bahwa saya tidak akan merokok lagi”. Oleh karena itu, Anda tidak akan merokok lagi. Nikotin pada asap sigaret bersifat agak asam dan tidak diabsorbsi dengan baik di mulut, berlainan dengan asap pipa dan cerutu yang lebih alkalis (pH 8.5) dan mungkin lebih baik absorpsinya. Tetapi, kadar nikotin dalam plasma dari mereka yang tidak menginhalasi (cerutu) lebih rendah. Efeknya terhadap susunan saraf pusat (SSP), nikotin yang diabsorpsi dapat menimbulkan tremor tangan dan kenaikan kadar pelbagai hormon dan neurohormon dopamin di dalam plasma. Berdasarkan rangsangan terhadap “chemoreseptor trigger zone’ dari sumsum tulang (medulla oblingata) dan stimulasinya dari refleks vagal, nikotin menyebabkan mual dan muntah. Di lain pihak nikotin meningkatkan daya ingat, perhatian, dan kewaspadaan, mengurangi sifat mudah tersinggung dan agresi, serta menurunkan berat badan akibat penekanan nafsu makan dan meningkatnya pengeluaran energi. Toksisitas kronis merokok dikaitkan dengan pelbagai penyakit serius, dari gangguan arteri koroner sammpai kanker paru. Kecenderungan mendapatkan penyakit-penyakit ini meningkat dengan derajat eksposurenya, yang di ukur dari jumlah sigaret yang dihisap sehari atau diekspresikan dalam; packs years. Perbandingan mortalitas keseluruhan dari perokok pria terhadap non perokok adalah 1.7 :1 ratio ini menjadi 2.0 bagi mereka yang mengisap 2 pak perhari dan lebih tinggi lagi pada mereka yang menginhalasi dibandingkan dengan yang non inhalasi. Mortalitas juga meningkat bila menghisap cerutu, tetapi tidak demikian tinggi dibandingkan yang menghisap cigaret. Perokok wanita yang menghisap 1 pak sehari mempunyai risiko mendapatkan penyakit jantung koroner fatal yang lima kali lebih tinggi. Interaksi dengan obat-obat. Perokok memetabolisasi pelbagai jenis obat lebih cepat dari pada non perokok, yang disebabkan oleh induksi enzim-enzim di mukosa usus atau hati oleh komponen dalam asap tembakau. Dengan demikian, efek obat-obat dimaksud berkurang, misalnya teofilin, iminprami, dan kafein. Pada prokok membutuhkan dosis yang lebih tinggi dari analgetika (opioida), angksiolitika (oksazepam), dan obat-obat antiangina (nifedipin, atenolol, propanolol, dan lain-lain) (Tjay, TH, dkk., 2003). Nikotin sebagai derivat-piridin terdapat sebagai alkaloid pada daun tembakau (nicotiana tabacum). Nikotin diikat pada reseptor -N di SSP dan SS perifer dan menghasilkan efek terhadap otak, jantung, pembuluh, saraf, lambung-usus, dan otot kerangka. Pada dosis rendah berdaya stimulasi, pada dosis tinggi bekerja inhibisi (Tjay, dkk, 2003; Sartono,2002). Merokok selama kehamilan berpengaruh terhadap bayi berat lahir rendah, angka SIDS (sudden infant death syndrome ), masalah perilaku, dan kesulitan belajar. Diyakini bahwa merokok mengurangi aliran oksigen dan nutrisi ke janin. Hal tersebut juga meningkatkan risiko keguguran bagi wanita hamil yang merokok. Bayi dan anak yang hidup disekitar perokok lebih mudah terkena batuk, infeksi telinga dan flu. Anak yang memiliki orang tua perokok lebih cepat tumbuh menjadi seorang perokok juga. Kerusakan gamet dan embrio akibat rokok oleh Zenzez, M.T. (2000), dijelaskan bahwa, seorang ayah yang merokok akan mengalami kualitas sperma yang rendah dan konsentrasi sperma yang rendah. Adapun komponen kariogenik rokok yang utama adakah cadmiun, cotinin dan benzo a pyrene, hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan DNA atau chromosom. Transmisi unsur kariogenik dapat menyebabkan 1). Keagagalan implantasi, 2). Kelahiran prematur dan 3). Gangguan perkembangan postnatal. Sejumlah studi telah menggambarkan bahwa ibu hamil yang merokok selama kehamilan berhubungan dengan menurunnya berat bayi yang dilahirkan (gambar 3). Ibu yang merokok didentifikasi sebagai faktor modifikasi risiko terbesar untuk BBLR. Meskipun tidak semua wanita yang merokok melahirkan bayi BBLR. Untuk alasan ini variasi pemahaman masih sangat luas, tetapi mungkin berhubungan dengan kerentanan genetik ibu (Wang, 2002). Sebuah review tentang efek nikotin terhadap kehamilan, menyebutkan efek pharmakodinamika nikotin menyebabkan fetal hypoxemia melalui reduksi darah dari plasenta (Oncken C.A.2000). Sumber : Bonnie, S, 2000. Gambar 3: Hubungan Ibu Hamil Merokok dengan BBLR Kandungan asap rokok hampir sekitar 4000 campuran bahan kimia, dan hampir semua karsinogen ada dalam asap rokok misalnya polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs). Arylmines, dan N-nitrisamins. Kemampuan individu menkoversi metabolisme racun asap rokok yang berbahaya sangat penting untuk meminimalkan efek terhadap kesehatan. Penelitian di RS Umum Sarawak Malaysia ditemukan bukti bahwa pajanan asap rokok ( suami – merokok) mempunyai kaitan dengan berat bayi lahir rendah. OR = 1,65 96 % CI 1-3.00 , p <0,05. Demikian juga penelitian Wang CS, merokok lebih mudah melahirkan bayi BBLR (BMN.Com, 2002). Tabel 3. Hasil temuan rokok hubungannya dengan kejadian BBLR menurut berbagai riset No Nama Peneliti Tahun Lokasi penelitian Ringkasan hasil temuan Jurnal 1 Mac Mahon et.al. 1966 USA Tidak ada bukti efek dosis respon rokok dengan kejadian BBLR Schaffer library of Drug Policy (7/4/2006) 2 Comstock and Lundin 1967 Maryland Rata rata berat lahir dengan ayah perokok lebih ringan 42 g dibanding yang tidak merokok Idem 3 Underwood, et.al. 1967 Ayah merokok berefek lebih besar lahir BBLR (sekitar 100 g) Idem 4. Borlee et.al. 1978 Belgia Rata –rata berat bayi dari ibu yang tidak merokok turun 228 g jika ayah merokok sebelum konsepsi Idem 5 Magnus et.al. 1984 Norwegia Ayah merokok berhubungan dengan penurunan 48 g berat lahir (p<0.01)(bivariat). Ayah merokok berhubungan dengan penurunan 5 g rata-rata berat lahir (multivariat) Idem 6. Karakostov 1985 Bulgaria Bayi dari ibu yang terpajan ETS dilaporkan mengalami penurunan BBLR 84 g. Idem Sumber : Schaffer library of Drug Policy, 2005 Kotinin dalam urine, satu dari metabolisme utama nikotin, telah digunakan secara luas sebagai biomarker untuk menilai langsung atau tidak langsung pajanan asap rokok. Walaupun terdapat variasi yang sangat lebar terhadap level kotinin diantar perokok dengan jumlah rokok yang sama. Penggunaan kotinin urin sebagai biomarker eksposure rokok, variasi antar individu terhadap bentuk kotinin harus menjadi pertimbangan (Mihi Yang, et.al.2001). Tabel 4. Hasil temuan hubungan rokok dengan kejadian BBLR menurut berbagai riset 7 Rubin et.al. 1986 - Ibu yang merokok mengalami penurunan berat bayi lahir sebesar 9.2 g. Idem 8 Mac Arthur and Knox 1987 - Bayi mengalami penurunan berat lahir 14 g jika ayah merokok. Idem 9 Schwartz-Bickenbach et.al. 1987 Berlin Bayi dengan ayah perokok dan ibu tidak merokok rata-rata bayinya lebih ringan 205 g dibanding bayi dengan ayah tidak merokok. Idem 10 Campbell et.al. 1988 England Ayah perokok berhubungan dengan penurunan berat bayi lahir sebesar 113 g. Penurunan menjadi lebih besar bila kedua orang tua merokok idem 11 Brooke et.al 1989 London Terdapat perbedaan rata-rata berat lahir dengan pajanan ETS 18 g untuk bukan perokok dan 39 g untuk perokok. Idem 12. Chen et.al. 1989 Shanghai, China Rata-rata penurunan berat lahir 9-11 g bila anggota keluarga merokok 1-9 batang perhari atau > 10 batang perhari. Idem 13. Saito 1991 Japan Bayi dengan ayah perokok dan ibu tidak merokok mengalami penurunan berat bayi 33.4 g (p<0.05) dibandingkan orang tua yang tidak merokok. Bila ayah dan ibu merokok maka penurunan menjadi 66 g. Ditemukan dose respon efek terhadap ayah yang merokok dengan penurunan 111 g (p<0.01) dengan jumlah rokok 40 batang perhari. Idem 14 Mathai et.al. 1990 & 1992 Liverpool England Bayi yang terpajan ETS mengalami penurunan 66 g dibandingkan bukan perokok. Item 15 Martinez et.al. 1994 Arizona Bayi dari ayah yang merokok lebih 20 batang perhari mengalami penurunan berat badan 88 g. Ibu yang merokok lebih dari 20 batang perhari berhubungan dengan penurunan 250 g berat bayi lahir. idem Sumber : Schaffer library of Drug Policy, 2005 Kotinin sebagai biomarker mempunyai masa aktif 15-40 jam, merupakan indikator biologi yang paling absah untuk menilai pajanan asap rokok secara aktif atau pasif selama masa beberapa hari sebelumnya. Kotinin dapat melintasi plasenta dan terdeteksi pada janin. Tingkat kotinin digunakan sebagai dosimeter internal pada beberapa studi wanita hamil yang bukan perokok untuk mengevaluasi pengaruh pajanan asap rokok (Frederica P.Perera, dkk, 1999).

9 Nov 2010

WIN 8 akan meluncur 2011


Wah, engga tahu nih beneran atau kaga tapi gosipnya Windows 8 akan meluncur tahun depan tepatnya July 2011 walaupun ada yang bilang juga sekitar tahun 2012.
Namanya masih gosip, tentu masih belum bisa dipastikan 100% tentang Windows 8 ini tetapi tentu saja di Windows 8 ini menawarkan banyak fitur baru.

Dari yang kami baca di Windows8News.com, banyak fitur yang sedang popular saat ini akan diaplikasikan ke Windows 8 seperti:
- My PC Knows Me
Dengan bantuan webcam, Windows akan mengintegrasikan password berdasarakan aplikasi Face Recognition yang artinya sebagai pengganti password untuk buka komputer atau dokumen maka wajah pengguna yang akan digunakan sebagai "password".
- Faster and Smaller
kalau yang satu ini sih pasti banyak disuka siapapun karena di Windows 8 nantinya punya ukuran file yang lebih kecil dan lebih cepat.
- Integrate USB 3.0 into Windows8
Seperti kita tahu USB 3.0 saat ini sedang popular mengingat kecepatan yang diberikan jauh lebih cepat dibanding USB 2.0 dan di Windows 8 nantinya Intel akan mengintegrasikan teknologi USB 3.0 ke dalamnya.
- My PC My Way
Fitur ini akan memudahkan pengguna dalam penggunaan aplikasi dan boleh dibilang komputer akan bisa "berinteraksi" dengan si pengguna, misalnya pada saat main game ada orang yang memanggil kita, begitu kita menoleh (tidak melihat ke komputer), otomatis game akan berhenti (Pause).
Terus juga bisa mengatur tingkat brightness di monitor sesuai dengan kondisi ruangan, seperti pada TV yang ada saat ini.
- Stereoscopic 3D
Memang sedang jamannya 3D makanya di Windows 8 ini juga akan mempunyai fitur yang memungkinkan kita untuk menampilkan gambar secara 3D dari gambar 2D dengan bantuan aplikasi yang sudah terintegrasi di Windows 8.
Semuanya sepertinya memang itulah yang diharapkan bagi pengguna Windows tetapi namanya masih gosip, kami sendiri belum bisa memastikan sejauh mana kebenaran cerita diatas. 

sumber :http://otakku.com

2 Nov 2010

Misteri Hajar Aswad


Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.
Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, di berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”


Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada asalan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877) )